Euforia Syam El Nashim

Senin, 9 april 2018 kemarin adalah hari libur nasional mesir untuk memperingati Syam El Nashim. Apa dan bagaimana sejarah Syam El Nashim ini silakan diintip tulisan pak suami di link https://beitna.net/20…/…/17/selamat-merayakan-syam-el-nasim/

Tergerak rasa penasaran sekaligus menghilangkan bosan “ndekem” di rumah, aku merayu Abi, Kakak sulung dan trio krucil untuk outing ke taman di sekitar Cairo ini. Untunglah kakak sulung berhasil merayu adik-adiknya yang sekarang jadi susah kalau diajak keluar rumah saat liburan.

Menurut tradisi, orang-orang Mesir akan keluar rumah dengan membawa perbekalan makanan dan minuman saat merayakan Syam El Nasyim. Mereka akan memadati taman-taman untuk berkumpul dengan keluarga tercinta. Karena itulah aku kompak dengan kakak sulung nguprek dapur untuk masak-masak. Kalau orang Mesir biasanya mengkonsumsi ikan ringga saat perayaan musim semi ini, aku cukup membawa bekal mie goreng, tempe mendoan, dadar jagung (hehehe…indonesia food tetap juaraaa 😍) dan si kakak membuat macarona bachamel (sejenis lasagna).

Lagi-lagi Kami memilih Hadiqah Azhar yang cantik untuk ikut merasakan euforia syam el nashim ini. Sepanjang perjalanan menuju Hadiqah Azhar terlihat banyak orang memenuhi bundaran Tahrir. Hampir sampai di Hadiqah terlihat mobil-mobil terparkir di sepanjang pinggir Hadiqah, hingga kami pun harus berjalan memutar untuk mencari tempat parkir yang kosong. Beres masalah parkir (meski dapat parkiran yang agak jauh), tapi tiket masih harus antri lumayan juga. Padahal saat membeli tiket itu sudah jarum jam sudah berada di angka 17.15. Hampir maghrib tapi antusiasme rakyat Mesir untuk masuk ke azhar park masih banyak juga.

Kakak sulung memilih tempat yang dekat danau, sehingga kami berjalan lumayan jauh dari parkiran mobil. Hari itu, taman yang penuh rumput hijau dan pepohonan cantik ini disesaki ribuan manusia dari berbagai usia. Padahal Hadiqah Azhar luasnya tak kurang dari 30 hektar, tapi yang terlihat saat itu hanya lautan manusia yang semua yang bersukacita merayakan syam el nashim. Selimut, kain, ataupun sejenis tikar digelar disana sini menutupi rumput hijau. Banyak anak kecil membawa peralatan main mereka seperti bola, sepatu roda dan lain-lain. Para remaja pun terlihat berkejar-kejaran dengan kawannya. Para orangtua kebanyakan menikmati suasana hari itu dengan duduk santai sambil mengawasi anak-anak mereka dan memakan perbekalan yang dibawa.

Karena hampir semua rerumputan tertutupi manusia, kami jadi agak kesulitan mencari sedikit ruang untuk tempat duduk kita berenam. Maka tak heran saat terlihat ada sedikit celah kosong langsung kami duduki dan segera membuka perbekalan makan. Alhamdulillah…..satu lagi nikmat Allah yang harus aku syukuri. nikmat badan sehat, bisa berkumpul dengan keluarga, juga bisa menikmati euforia syam el nashim ini. Satu lagi yang harus aku syukuri juga, perbekalan makan habis dengan sedikit sisa yang akhirnya dihabiskan juga sama trio krucil keesokan harinya.

Namun ada sedikit rasa kecewa saat kami mau berwudhu di toilet wanita. Si penjaga toilet awalnya melarang kami berwudhu di toilet yang dia jaga, padahal wanita mesir yang datang setelah kami dibolehkan berwudhu di situ. Akhirnya dengan sedikit memaksa kami nekat berwudhu di toilet itu meskipun aku dengar si penjaga menyuruh kami cepat-cepat dengan nada seperti ngomel. selesai sholat, Ternyata….aku harus kembali ke toilet itu lagi karena Marwa ingin BAB. Ampuuun…ketemu penjaga judes itu lagi deh 😓. Dan benar….sepertinya penjaga itu sentimen pada kami lagi, entah kenapa…karena yang kutahu cuma ucapan laa ilaaha illallahnya, selebihnya aku tak paham. supaya tak lebih banyak omong lagi, aku potong omelannya dengan gerakan tangan yang menyentuh pantat supaya dia tahu anakku lagi kebelet BAB. Hadewh……paringi sabar gusti…..

Yang pasti…syukurku tiada henti atas semua nikmat Allah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *