Wajah-wajah yang kurindui bag. 1 (In frame with Minu kh. Mukmin)

Rentang waktu ±7 tahun melibatkan diri di madrasah ini laksana sekejap mata. Pengabdian saat itu hanyalah secuil dibanding kontribusi teman2 lain yang sudah belasan tahun menjadi abdi tunas bangsa di madrasah ini. Namun pengalaman, ilmu, persahabatan, tantangan, juga tuntutan banyak aku dapatkan. Terutama…. kenangan akan kebersamaan yang pernah terjalin sangatlah terekam dengan baik di memoriku.

Sejak awal melirik madrasah ini untuk jadi tempat mengabdi udah banyak menimbulkan tantangan. Dari awal perizinan aja udah mendapat tentangan dari alm. mas Ali masykur (allahumma ighfirlahu) dengan melihat jam kerja yang smp sore hari. Tapi syukurlah akhirnya diizinkan juga setelah diskusi rada alot yang memeras mulut mengeluarkan jurus rayuan plus janji manis takkan menelantarkan duo jagoan balita saat itu.

“Tantangan” kedua datang saat hari tes interview dan micro teaching. Bukan perkara mudah ato sulitnya materi micro teaching dan interview, tapi kejadian sepulang dari tes itu yang sungguh di luar dugaan 😅😅. Takkan pernah terlupakan kejadian memalukan itu 😂.

Setelah lega sesi tes mengajar dan wawancara terlewati, aku langsung meluncur pulang ke pagerwojo dengan riang. Di tengah jalan aku membelokkan motor ke arah deretan para pkl di sekitar alun² Sidoarjo. Perut baru terasa krucukan karena gak mikir sarapan saking ndredegnya mau tes. Aku langsung duduk di kedai siomay langgananku. Pas lagi khusyuk makan siomay, terdengar suara² gaduh. Meja digebrak, tenda dipukul berulang² juga nada bentakan. Pas aku lihat asraghfirullooohh…..ternyata kedai pkl² lg digusur sama satpol pp termasuk kedai siomay ini 😂. Belum hilang rasa shockku, salah satu satpol pp berujar padaku dengan suara tegas, lugas dan cepat ” ayo mbak minggir…minggir” sambil berusaha membongkar kedai ini yang dianggap merusak pemandangan. Alamaaakk…sukses sudah satpol pp itu membuat tenggorokanku tidak bisa menelan suapan ketiga 😂😂.

Tantangan ketiga dan selanjutnya datang silih berganti tiada henti. Berbagai Tuntutan yg datang pun berbanding lurus dengan tantangan yang ada. Pembuatan perangkat mengajar, pencarian media dan metode belajar yg pas, supervisi yg rutin, pembuatan dan koreksi soal ujian, problem solving kelas hingga komplain wali murid sudah menjadi denyut nafas saat itu. Tapi syukurlah teman2 guru bisa jadi tim solid yang enak diajak berpartner, cari solusi bersama, guyon bareng, eyel²an, gojlokan sampe mbolang bareng.

Dan kini….belum genap setahun
kugantung seragam guru
Wajah-wajah ini kurindukan
Memori² yang pernah ada terus berkelebatan
Semoga ukhuwah tetap berkesinambungan
Semoga silaturahmi tetap terjaga.  Meski dengan cara yang berbeda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *