Ramses II, dari Abu Simbel Hingga The Grand Egyptian Museum

Di antara kemajuan ilmu astronomi di zaman Fir’aun yg masih dibanggakan oleh Mesir sampai saat ini adalah teknik penghitungan perputaran planet-planet di luar bumi, termasuk gerak sinar matahari. Para astronom zaman Fir`aun telah mampu menebak arah sinar matahari dari waktu ke waktu. Salah satunya mereka berdayakan untuk menempatkan posisi patung Ramses II di dalam Temple Abu Simbel agar tersinari cahaya matahari sebanyak 2 kali dalam satu tahun, yaitu setiap tgl 22 Februari dan 22 Oktober. Kalau tanggal 22 Oktobernya itu sama dengan hari Santri, dapat dipastikan bahwa itu hanya sekedar kebetulan belaka

Kejadian langka tersebut setiap tahunnya mampu menyedot turis dalam jumlah yang sangat besar berkunjung ke sana. Banyak turis Eropa yang datang ke Luxor dan Aswan menyesuaikan tanggal-tanggal di atas agar bisa menyaksikan patung Ramsis II di Abu Simbel yang jaraknya sekitar 200 km dari kota Aswan. Seperti yang terjadi hari ini, tanggal 22 Februari 2018, tidak kurang dari 3800 turis manca Negara berada di Abu Simbel, mereka sangat antusias melihat apa yang selama ini mereka dengar dan baca tentang Ramsis II, raja yang gagah perkasa tersebut. Khususnya kehebatan para astronomnya di dalam mengatur penyinaran dalam temple Abu Simbel yang sangat terkenal itu.

Kejadian langka hari ini, oleh Pemerintah Mesir dimanfaatkan untuk meningkatkan promosi pariwisata di kawasan ini. Sebanyak 3 Menteri dalam kabinetnya Sherif Ismail, hadir di Abu Simbel untuk menyaksikan cahaya matahari yang menyinari patung Ramsis selama 20 menit tersebut. Menteri Pariwisata, Menteri Kebudayaan dan Menteri Peninggalan Purbakala tadi pagi bersama-sama menyaksikan kejadian tersebut dari jam 06.25 sampai 06.45.

Patung Ramses II Dipindah ke Grand Egyptian Museum

Raja Ramsis II adalah salah satu raja Mesir yang dikenal sangat kuat, dilantik sebagai raja menggantikan ayahnya, raja Citi I pada tahun 1279 Sebelum Masehi (SM) pada saat berusia 24 tahun. Ia berkuasa di Mesir selama 66 tahun. Lama masa berkuasanya berbanding seimbang dengan karya yang ditorehkan di tengah-tengah masyarakatnya pada 33 abad yang lalu. Peninggalan yang monumental dari raja kelahiran 1303 SM ini antara lain Abu Simbel, Carnak Temple dan Luxor Temple. Bahkan patungnya yang masih terpelihara hingga sekarang adalah termasuk yang terbesar di antara patung raja-raja Fir`aun yang lain. Selain yang ada di Abu Simbel, patung Ramsis II yang berada di Cairo juga sangat besar.

Kawan-kawan yang pernah tinggal di Mesir atau berkunjung ke Mesir sebelum tahun 2006, tentu pernah melihat gagahnya patung Ramsis II berdiri tegak di tengah-tengah Ramsis Square, tepat di depan Stasiun Kereta Api yang paling besar di Mesir. Patung yang tingginya 11 Meter tersebut ditemukan di kota Memphis, Giza pada tahun 1820. Oleh Presiden Gamal Abdel Nassern, patung yang ketika ditemukan terpisah dalam potongan-potongan yang berada di 7 tempat berbeda tersebut diletakkan di tengah-tengah kawasan Bab el-Hadid (Pintu Besi) pada tahun 1955. Setelah patung Raja terkuat dalam sejarah Fir`aun ini diberdiritegakkan di tengah kota tersebut, maka sebagai apresiasi atas jasa-jasanya, kawasan Bab el-Hadid diubah menjadi Ramses.

Pada 25 Agustus 2006, Ramses II dipindahkan dari Ramses Square ke Giza dengan alasan untuk mengamankannya dari pengaruh polusi dan getaran kereta api yang tak pernah henti berlalu-lalang di stasiun Ramses. Pemindahan Ramses II dari Ramses Square ke Giza ini merupakan perhelatan besar, khususnya bagi Kementerian Peninggalan Purbakala. Pemindahan ini sekaligus sebagai awal dimulainya pembangunan Museum Nasional baru yang disebut sebagai The Grand Egyptian Museum, Setelah proyek pembangunannya selesai, Museum Nasional yang di Tahrir akan dipindah ke museum baru ini.

Saya sebut perhelatan besar, karena ternyata pemindahan patung seberat 83 ton tersebut tidak semudah yang dibayangkan kebanyakan orang. Saya sendiri membayangkan apa susahnya memindahkan patung batu dari satu tempat ke tempat lain, tentu tak sesulit memindahkan miniatur bangunan yang terbuat dari kayu dan kaca. Tetapi kenyataannya tidak demikian, selain karena beratnya yang mencapai 83 ton, ukuran patung tersebut memang sangat besar. Konon untuk memindahkan Ramses II ke dekat kawasan pyramid di Giza, menghabiskan biaya 6 juta Pound Mesir (eqv. 1 juta US Dollar). Penetapan posisi patung di atas kendaraan saja melahirkan perdebatan panjang, apakah diberdirikan secara fertikal atau ditidurkan secara horizontal. Namun setelah melalui kajian mendalam diputuskan untuk bisa menjamin keselamatan Ramses II, patung tersebut diletakkan dalam posisi aksial. Yang membuat meriah dan terkesan menjadi perhelatan besar adalah karena perjalanan Ramses II ini diarak menggunakan kendaraan berat dan dikawal ketat sepanjang jalan. Ramses II berhasil menempuh jarak 30 km dari Ramses ke Giza dalam 6 jam, dengan kecepatan rata-rata 5 km/jam. Sepanjang jalan, Raja perkasa ini dielu-elukan oleh rakyat yang sudah banyak menunggu di pinggir jalan yang dilalui oleh Ramses II.

Tanggal 25 Januari 2018 yang lalu, Ramses II yang sejak 2006 diistirahatkan di kawasan Museum baru dibangunkan. Dengan upacara ala kerajaan, Ramses II dipindahkan dari peristirahatannya dan diletakkan di Lobby utama calon museum yang akan diresmikan pada tahun 2022 nanti. Ramses harus berdiri terlebih dahulu, karena posisi tempat ia berdiri dan ukuran tinggi juga harus disesuaikan dengan arsitektur bangunan museum yang dibangun di atas tanah seluas 50 hektar tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *