Nefertiti, Berkulit Hitam atau Putih?

Kalau kita jalan-jalan di Mesir, kemudian menemukan situs berusia ribuan tahun, itu adalah hal biasa, karena hampir semua obyek wisata di Mesir hampir bersinggungan dengan sejarah dan Mesir adalah negara yang peradabannya sudah berusia lebih dari 7000 tahun. Lalu apa ada yang tidak biasa?

Nah, mungkin cerita yang satu ini cukup unik, termasuk buat saya, karena memang tidak sering terjadi. Coba Anda bayangkan, kemajuan tekonologi saat ini bisa menebak warna kulit seseorang yang sudah meninggal sejak ribuan tahun yang lalu, bahkan tebakannya tersebut bertentangan dengan keyakinan serajawan dan orang awam yang didukung oleh bukti yang ditemukan ratusan tahun lalu.

Kisah unik ini menyangkut Nefertiti. Lalu siapakah Nefertiti? Kenapa menjadi perhatian sejarawan khususnya Egyptolog seluruh dunia? Untuk yang belum tahu tentang siapa itu Nefertiti tidak apa-apa, karena yang menarik ini adalah perbedaan warna kulitnya. Dulu diyakini hitam layaknya orang Afrika kulit hitam dan sekarang ada yang bilang putih, karena kajian ilmiah menyimpulkan itu. Seandainya saja cerita perbedaan warna kulit ini terkait Michael Jackson, mungkin kita masih ingat, karena baru berlalu beberapa tahun.

Perdebatan tentang kulit Nefertiti muncul beberapa waktu lalu di Inggris, ketika seorang Egyptolog dari Universitas Bristol Inggris bernama Dr. Aidan Dodson mendapat kesempatan untuk melakukan penelitian terhadap mummy Nefertiti di Museum Nasional Mesir di Cairo. Dari hasil teknik pemotretan 3D, wajah mummy yang ditemukan di Valley of the Kings Luxor pada tahun 1898 M tersebut kemudian diukir oleh seorang artis Elisabeth Daynes dan dijadikan replika wajah 3D, setelah dianalisa secara forensik dikenalilah oleh tim peneliti bagaimana bentuk wajah Nefertiti. Perdebatan para ahli di Inggris selesai, dan kesimpulannya Nefertiti berkulit putih.

Pada awal tahun ini, sebuah Televisi AS, NBC, dalam salah satu programnya “Expedition Unknown” menayangkan gambar Nefertiti hasil dari penelitian Aidan Dodson dan ukiran Elisabeth Daynes kemudian dipakaikan asesoris buatan para designer kenamaan di Perancis. Tayangan gambar replika wajah Nefertiti yang berwarna putih dalam program tersebut mendapat banyak kritik dari kelompok yang tidak mau menerima bahwa Nefertiti itu berkulit putih. Mereka menuduh bahwa program tersebut telah memalsukan bukti-bukti sejarah, karena yang mereka tayangkan tersebut jelas bertentangan dengan patung setengah badan Ratu Mesir tersebut yang asli, yaitu patung yang ditemukan pada akhir abad 17 di makam Amenhotep II di Valley of the Kings, Luxor, wajah Nefertiti berwarna hitam.

Tapi apa dikata, itulah hasil penelitian dengan teknologi modern, sebuah teknologi yang juga mampu mendeteksi melalui tes DNA pada tahun 2010 bahwa Nefertiti adalah ibu kandung dari Raja Tut. Raja Tut terlahir dari pasangan Raja Akhnaton dengan Ratu Nefertiti.

Lalu siapakah Nefertiti?
Orang sering bercerita bahwa ada 3 orang wanita yang menjadi Ratu paling berpengaruh dalam sejarah Mesir kuno, mereka adalah Hatshepsut, Cleopatra and Nefertiti. Jadi Nefertiti adalah salah satu ratu Mesir yang sangat berpengaruh, selain itu dia juga dikenal dengan ratu yang sangat cantik, bahkan nama Nefertiti sendiri artinya adalah “Si Cantik telah tiba”. Nefertiti adalah istri Raja Amenhotep IV yang bergelar Akhnaton, raja Fir`aun dinasti ke-18 dan hidup di abad 14 Sebelum Masehi. Dalam sejarah kerajaan Fir`aun, Ratu Nefertiti dikenal paling kuat pengaruhnya.

Hingga saat ini, Ratu Nefertiti masih dibanggakan oleh rakyat Mesir, hal itu dibuktikan dengan banyaknya lukisan-lukisan wajahnya di atas kertas papyrus yang dijual sebagai souvenir, liontin kalung emas, ataupun gantungan kunci yang banyak dijual di bazar Khan el-Khalili.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *