Mohamad Abdel Wahab, Musisi Antar Generasi

Hari ini adalah hari ulang tahun Musisi Besar, Mohamad Abdel Wahab (alm). Sejumlah artis Mesir merayakannya melalui siaran radio “el-Sharq el-Ausath” selama sehari penuh. Mereka akan bercerita tentang kisah perjalanan hidup tokoh legendaris yang dijuluki “Musisi Antar Generasi” tersebut dan dikemas dalam acara “Ahbarak eih” (bagaimana kabarmu). Selain itu, dari mereka juga akan bercerita tentang museum Mohamad Abdel Wahab yang terletak di Institut Musik “el-Arab”.

Selain “el-Sharq el-Ausath”, Radio “Idza`at el-Aghani” juga memperingatinya dengan memutar lagu-lagu yang digarap oleh musisi Mohamed Abdel Wahab mulai dari jam 07.00 pagi selama satu hari penuh. Di antara lagu-lagu legendaris tersebut adalah: “Taubah” dinyanyikan oleh Abdel Halim Hafez, “el-Dunya Reshah fi el-Hawa” dinyanyikan oleh Sa`ad Abdel Wahab, “Ahibbak” oleh Shadiya, “Ragga` el-Hawa Tani” oleh Hoda Sultan, “Ul-lie Hagah” oleh Abdel Halim Hafez, “Kullu ma bashufak” oleh Sabah, serta beberapa lagu yang dinyanyikan oleh Umi Kulsum antara lain, “Fakkaruunii” dan “Inta Omri”, kemudian yang dinyanyikan oleh Laila Murad antara lain: “el-Dunya Ghinwah” dan “alli yikdar ala albi”.

Teman-teman yang pernah hidup di Mesir pada abad lalu pasti kenal dengan nama Mohamad Abdel Wahab. Sosok musisi yang langka dalam sejarah musik Arab ini lahir di Cairo pada 13 Maret 1902. Kemunculannya dalam belantika musik di tahun 20-an abad lalu mengukir warna baru dalam kemajuan yang hakiki bagi musik Mesir dan dunia Arab pada umumnya. Lagu-lagu garapannya masih tetap syahdu didengar hingga saat ini, apalagi tidak sedikit musik garapannya dinyanyikan oleh artis-artis besar sekelas Umi Kulsum, Faizah Ahmad, Abdel Halim Hafez, Laila Murad, Shadiya, Najat, Fairuz (Lebanon) dan juga Wardah (Aljazair). Setelah 27 tahun dari kematiannya, Mohamad Abdel Wahab yang banyak melahirkan lagu-lagu perjuangan masih menjadi salah satu symbol musisi Mesir terkemuka. Musisi yang banyak menggarap lagu-lagu dari karya penyair besar yang dijuluki sebagai Emir el-Syu`ara (Pangeran Para Penyair) Ahmad Shawqi, ini meninggal dunia pada 4 Mei 1991.

Meskipun generasi zaman now masih banyak yang gandrung dengan musik-musik Arab klasik garapan musisi besar sekelas Mohamad Abdel Wahab, Riyadh Sumbathi, Mohamad Al-Qasabgy, Ahmad Sidqi dan lainnya, tetapi musisi-musisi Arab saat ini lebih memilih warna musik modern yang didominasi oleh warna musik barat. Sehingga secara beransur rasa ke-arabannya mulai luntur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *